Berita ulama besar akan menyolati jenazah di tempat itu segera tersiar ke seantero Bashrah. Orang-orang pun berduyun-duyun untuk juga ikut menyolati jenazah, serta penasaran jenazah siapakah yang mendapat kehormatan disholati oleh ulama besar tadi.
Setelah selesai menyolati, orang-orang heran dan merasa takjub. Ternyata jenazah yang mereka shalati adalah orang yang mereka kenal sebagai ahli maksiat. Mereka bertanya kepada ulama tersebut, “Apa yang membuat anda bersedia datang jauh-jauh ke tempat ini dan menyalati jenazah ini?”
“Ada yang berkata dalam mimpiku, “Datangilah bukit di sebelah pemakaman. Di sana kamu akan melihat jenazah yang pengiringnya hanya satu orang wanita. Shalatilah dia, karena dia orang yang mendapatkan ampunan.” jawab sang ulama besar itu.
Bertambahlah ketakjuban orang-orang yang hadir di tempat itu. Ulama tadi kemudian memanggil istri almarhum dan menanyakan keseharian suaminya dan perjalanan hidupnya.
Istrinya menjawab, “Dia seperti yang sudah dikenal di kota ini. Sepanjang hari dia hanya menghabiskan waktu untuk bermaksiat dan minum arak.”