"Pendaftaran sasaran ini sangat dibutuhkan dalam rangka menghitung kebutuhan vaksin. Semakin cepat kita melakukan pendaftaran online ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Jakarta, maka kita juga akan cepat mendapatkan kepastian vaksin yang akan diterima," terang Agus.
Dari proses pendataan vaksinasi itu, kata Agus, akan berimplikasi kepada pelayanan yang nantinya diberikan Pemkab Sumenep untuk masyarakat umum.
"Sistemnya saya rasa yang sekarang sudah enak. Jadi ada kelompok, misal contohnya ASN, jadi yang mendaftarkan langsung OPD-nya. Nah, kalau masyarakat ya langsung Desanya, melalui KTP," ulasnya.
Sementara itu, terkait isu yang masih merambah di kalangan masyarakat luas tentang efek samping vaksin Sinovac, Agus mengimbau agar masyarakat tidak gampang mempercayai berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.