Salah satunya disampaikan oleh juru bicara Forum Sumenep Hijau, KH Moh. Naqib Hasan. Menurutnya, dari hasil kajiannya, para kiai sepakat menolak dengan tegas terhadap pertambangan fosfat di Sumenep, serta segala upaya yang mengarah kepada legalisasi pertambangan fosfat.
“Forum kita ini menolak pertambangan fosfat karena dampak-dampaknya terhadap lingkungan, sosial dan lain sebagainya,” terangnya, saat dikonfirmasi sejumlah media, Rabu (10/3).
Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk ini berpendapat, adanya penolakan itu berdasarkan hasil kajian dalam rangka menjaga wilayah Sumenep agar tetap asri dan hijau.
“Misalnya perda terkait RT/RW yang terdapat penambahan lokasi pertambangan fosfat, kita menolak total,” tegas dia.