Disamping itu, penolakan rencana Sumenep" class="inline-tag-link">tambang fosfat di Sumenep, baginya, untuk menyelamatkan lingkungan dan masa depan anak cucu dimasa mendatang.

"Karena jika dipaksakan, tidak menutup kemungkinan Madura akan bernasib seperti Nauru," timpalnya.

Dalam menyatukan suara, para kiai berharap, agar Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi mendengar dan membatalkan rencana eksploitasi fosfat di Sumenep.

Seolah gelombang penolakan terhadap rencana revisi peraturan daerah (Perda) Sumenep nomor 12 tahun 2013 ,tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2013-2023 semakin besar. Buktinya, rencana penambahan lokasi titik penambangan fosfat dari semula 8 titik malah ditambah menjadi 17 titik oleh Bappeda Sumenep.