SUMENEP, MaduraPost - Para kiai dan sejumlah pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam "Forum Sumenep Hijau" kompak tolak rencana penambangan fosfat yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan.

Tidak hanya para tokoh agama, sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan ekstra kampus meliputi PMII, HMI, dan GMNI gentol menolak secara tegas adanya rencana tambang fosfat tersebut.

Jika sebelumnya banyak mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi soal tambang fosfat yang akan dilegalkan, kali ini pemuda dan kiai ini datangi gedung Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep untuk melangsungkan public hearing (Rapat dengar pendapat umum). Rabu, 10 Maret 2021.

Para kiai, pemuda, dan aktivis mahasiswa ini menyampaikan aspirasinya kepada Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, di dampingi ketua fraksi di DPRD setempat. Hadir pula dalam kesempatan itu, Bappeda, DPM-PTSP dan Satpol PP setempat.

Diskusi diawali oleh sejumlah kiai yang menyampaikan berbagai kajiannya, terkait dampak, manfaat, dan modharat jika pertambangan fosfat dilegalkan.