Ia menjelaskan, setiap pasien akan memperoleh program terapi yang dirancang sesuai kebutuhan dan kondisi medis masing-masing. Pendekatan individual tersebut dilakukan agar proses pemulihan berjalan optimal dan terukur.
Menurut Shinta, masih banyak masyarakat yang menganggap gangguan komunikasi sebagai persoalan ringan. Padahal, dampaknya bisa memengaruhi kemampuan belajar anak, relasi sosial, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Karena itu, pihak rumah sakit mengingatkan warga agar segera melakukan pemeriksaan jika menemukan gejala keterlambatan bicara atau gangguan komunikasi pada anggota keluarga.
Direktur sumenep" class="inline-tag-link">RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menyampaikan bahwa pembukaan layanan terapi wicara merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di daerah.