Ia menilai kebutuhan rehabilitasi komunikasi semakin mendesak, seiring meningkatnya kasus gangguan bicara akibat berbagai faktor medis. Dengan penanganan yang tepat, pasien diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas harian secara mandiri.
“Gangguan komunikasi tidak boleh dianggap sepele. Semakin cepat ditangani, peluang pemulihan pasien akan semakin besar. Karena itu kami terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat,” kata dr. Erliyati.***