Hosnan memastikan, fraksinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kaum pekerja. Baginya, kesejahteraan buruh merupakan syarat mendasar terciptanya pemerataan dan keadilan.
“Ke depan, kami akan terus berjuang, mengawal aspirasi pekerja agar dapat terakomodasi dalam kebijakan daerah yang lebih responsif dan berkeadilan,” katanya.
Ia juga menyoroti dinamika ketenagakerjaan yang kian kompleks. Tantangan tidak lagi sekadar soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga menyangkut mutu sumber daya manusia dan kemampuan bersaing di tengah perubahan zaman.
“Pekerja kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menghadapi era digital. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan,” tegasnya.