SUMENEP, MaduraPost - Ketidakseimbangan pembangunan antara kawasan daratan dan wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai masih belum teratasi.
Hingga kini, sejumlah persoalan mendasar seperti infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta sektor lainnya terus menjadi keluhan yang disuarakan masyarakat.
Sorotan tersebut disampaikan Wakil Ketua Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Dulsiam, saat memaparkan pokok-pokok pikiran rakyat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumenep 2027 yang berlangsung di Pendopo Keraton, Senin, 29 Maret 2026 lalu.
”Sampai saat ini, yang kami rasakan pula masih ada kesenjangan pembangunan antara daratan dan Kepulauan,” ungkap Legislator asal Pulau Sapeken ini, Rabu (8/4).
Ia menegaskan, bahwa Kabupaten Sumenep bukan hanya terdiri atas wilayah daratan, tetapi juga mencakup gugusan pulau. Tercatat ada 126 pulau yang masuk dalam wilayah sumenep" class="inline-tag-link">kepulauan Sumenep.