Sementara Mentho Sumenep dikenal sebagai kesenian rakyat yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi medium kritik sosial yang membumi.

Adapun tradisi Jamasan Pusaka Sumenep dipandang sebagai ritual sakral yang mencerminkan penghormatan terhadap pusaka dan sejarah leluhur.

Sedangkan Bal Budhi menjadi simbol kebijaksanaan lokal dalam menjaga keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat.

“Pengakuan ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus melakukan pendataan, pembinaan, dan regenerasi pelaku budaya. Tantangan terbesar adalah memastikan warisan ini tidak berhenti pada generasi hari ini,” tegasnya.

Faruk menekankan, pelestarian budaya membutuhkan sinergi lintas level pemerintahan. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinilai strategis agar kebijakan pelestarian di daerah berjalan searah dengan agenda provinsi.