Festival Bazar Takjil Ramadan tidak hanya berfungsi sebagai sentra perputaran uang, tetapi juga menjadi ruang temu masyarakat.

Setiap sore, warga berdatangan untuk mencari menu berbuka sekaligus menikmati suasana kebersamaan yang hangat di jantung kota.

“Melalui festival ini, kami ingin mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat berbagi, dan memperkuat komitmen membangun Sumenep yang religius, harmonis, serta semakin sejahtera,” pungkas Fauzi.

Di Sumenep, Ramadan bukan sekadar menanti azan magrib. Ia tumbuh menjadi momentum yang menghidupkan denyut ekonomi rakyat bergerak dinamis, sarat optimisme, dan penuh harapan.***