“Festival ini bukan hanya agenda seremonial bernuansa religi. Ini adalah ruang pemberdayaan nyata bagi UMKM, terutama pedagang kuliner lokal yang menggantungkan penghasilan tambahannya di bulan Ramadan,” kata Bupati Fauzi saat membuka acara, Jumat (20/2).
Menurutnya, Ramadan selayaknya dimaknai tidak hanya sebagai momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga sebagai peluang ekonomi.
Tingginya konsumsi masyarakat, khususnya untuk kebutuhan berbuka puasa, diyakini dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan apabila dikelola secara terbuka dan melibatkan banyak pihak.
“Kami ingin Ramadan menghadirkan keberkahan yang luas. Bukan hanya keberkahan ibadah, tetapi juga keberkahan ekonomi. Karena itu, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya agar UMKM bisa tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.