Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa menu yang dibagikan memang bermasalah, meski pihak dapur menolak adanya kebusukan pada bahan pokok.

Kholis menambahkan, aroma tidak sedap diduga muncul akibat kesalahan teknis saat memasak. Menurutnya, proses pemasakan dilakukan bertahap sehingga bumbu matang lebih dulu dan menimbulkan bau.

“Kalau memasak itu bertahap, kemungkinan bau karena matang lebih awal. Itu kesalahan teknis karena bumbunya tidak dipisah dengan ayamnya," dalihnya.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya standar kualitas, kebersihan dapur, serta pengawasan ketat dalam implementasi program gizi bagi siswa.***