Rekaman tersebut dengan cepat menyebar dan menimbulkan keresahan publik. Warganet pun mempertanyakan standar higienitas dapur, mutu makanan, serta efektivitas pengawasan program gizi pemerintah yang menyasar pelajar.
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala SPPG Sumenep, Mohammad Kholilur Rahman, malah mengarahkan wartawan untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Lebbeng Timur Pasongsongan, Moh. Nur Kholis.
Pihak dapur akhirnya mengakui adanya kesalahan teknis dalam proses pengolahan makanan. Kholis menegaskan bahwa bahan utama tidak dalam kondisi basi, melainkan masalah berasal dari bumbu.
“Itu bumbunya saja yang memang baunya agak tidak enak. Kalau ayamnya tidak basi," katanya pada wartawan.