Ia menyebut, Abdurrahman sempat intens berkomunikasi dengannya setelah video tersebut beredar. Namun yang mengejutkan, Abdurrahman justru meminta pihak sekolah menyelesaikan sendiri sisa pekerjaan.

“Saya diminta menyelesaikan sisa rehab. Saya heran, ini kan proyek CV, bukan swakelola,” ucap Rida.

Ia menduga, karena adanya persoalan internal antara CV Andi Karya dan pihak yang mengerjakan di lapangan, tanggung jawab proyek akhirnya dilimpahkan kepada dirinya sebagai kepala sekolah.

Rida juga mengaku mendengar informasi adanya kesepakatan pembayaran yang belum tuntas antara pemilik CV dan warga Desa Ketupat yang mengerjakan proyek tersebut.

“Katanya warga yang mengerjakan itu mengaku rugi. Versinya Abdurrahman bilang sudah dilunasi. Nanti akan saya tanyakan langsung agar jelas,” ungkapnya.