“Awalnya pihak CV menyerahkan subpekerjaan rehab kelas ini kepada warga Desa Ketupat,” kata Rida, saat diwawancara MaduraPost melalui sambungan telepon, Rabu (21/1) siang.

Ia menilai, pekerjaan dilakukan asal-asalan. Sejumlah item penting tidak diselesaikan sebagaimana mestinya.

“Jendela kelas tidak ada kacanya, keramik tidak terpasang merata, dan ruang kelas sama sekali tidak dicat,” ungkapnya.

“Keramik ruang kelas itu tidak semuanya diganti, dibiarkan begitu saja,” tambah Rida.