Namun, menurut Wirya, kondisi berubah ketika terjadi perubahan birokrasi di tubuh BNI Cabang Pamekasan pada pertengahan masa kepemimpinan Eri Prihartono.
Sejak saat itu, kinerja BNI dalam menjalin hubungan dengan pengembang dinilai mengalami penurunan signifikan.
“Ibarat berada di medan perang, tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan kegagahan seorang panglima. Para pembantunya juga harus memiliki kemampuan yang sama. Dari situ bisa disimpulkan ke mana arah pernyataan saya,” tuturnya.
Wirya menegaskan, pihak BNI sejatinya lebih memahami persoalan internal yang dimaksud.
Ia berharap BNI dapat melakukan evaluasi internal agar kepercayaan pengembang terhadap perbankan milik negara tersebut dapat kembali pulih, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor properti di Madura.***