SUMENEP, MaduraPost - BNI+Cabang+Pamekasan" class="inline-tag-link">BNI Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik penolakan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dialami salah satu warga Kabupaten Sumenep. Sikap bungkam tersebut menuai sorotan dari konsumen maupun pengembang perumahan.

Sejumlah upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan MaduraPost tidak membuahkan hasil. Padahal, persoalan ini menyangkut akses masyarakat kecil terhadap pembiayaan perumahan, yang notabene menjadi bagian dari program strategis nasional.

Sebelumnya diberitakan, pengajuan KPR seorang warga Sumenep melalui BNI sempat dinyatakan aman pada tahap awal. Bahkan, persetujuan lisan disebut telah diberikan oleh tim pemasaran, analis kredit, hingga penyelia internal bank.

Namun, pada tahap akhir proses, manajemen bank justru menyatakan penolakan tanpa disertai penjelasan teknis secara tertulis. Kondisi tersebut memunculkan dugaan lemahnya transparansi dalam mekanisme pengambilan keputusan kredit.

Pihak pengembang menilai, tidak adanya klarifikasi resmi dari BNI+Cabang+Pamekasan" class="inline-tag-link">BNI Cabang Pamekasan semakin memperkuat kesan adanya ketidakpastian prosedur.