Ia menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan menjadi agenda prioritas sepanjang tahun. Melalui berbagai program edukatif, Bakesbangpol secara konsisten menggelar sosialisasi tentang nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar dan pemuda, aparatur pemerintahan desa, hingga organisasi kemasyarakatan.

Menurut Dzulkarnain yang akrab disapa Dzul, pendekatan dialog terbuka dan edukatif menjadi metode utama agar pesan kebangsaan lebih mudah dipahami dan diterapkan.

“Kami ingin Pancasila dipahami sebagai nilai yang hidup, bukan sekadar hafalan. Ia harus hadir dalam perilaku sehari-hari masyarakat,” katanya.