Dari kisah panjang Keraton Sumenep, tari Muang Sangkal, hingga topeng Madura yang kembali diajarkan di sanggar-sanggar muda, semua menjadi bukti bahwa Sumenep menolak diam dan enggan menjadi catatan kaki sejarah.
“Harapan kami, Sumenep tetap menjadi benteng budaya dan adat Nusantara. Potensi seni tradisi yang dimiliki harus terus dirawat dan diperkenalkan ke generasi muda,” tutur Hadi menutup perbincangan.
Baca Juga:DKPP Sumenep Catat Realisasi Tanam Padi 6.340 Hektare hingga Maret, Serapan Gabah Lampaui Target
Sumenep, Cermin Ketahanan Adat
Bagi MAKN, kehadiran tokoh-tokoh asal Sumenep bukan sekadar menambah warna dalam struktur organisasi, tetapi mempertegas posisi kota ini sebagai cermin ketahanan adat dan identitas kultural Indonesia.