SUMENEP, MaduraPost - Di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya instan, nama Sumenep kembali menggema di lingkaran adat nasional.

Bukan karena festival, bukan pula karena wisata religi yang menawan, melainkan karena sejumlah tokoh asal ujung timur Madura itu kini dipercaya duduk di kepengurusan pusat Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), wadah besar yang merangkul kerajaan dan kesultanan di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi penanda bahwa Sumenep bukan sekadar daerah dengan warisan sejarah panjang, tetapi juga bagian dari nadi kebudayaan nasional yang masih berdenyut kuat di tengah perubahan zaman.

“Beberapa dari kita ada yang masuk ke Pengurus Pusat MAKN. Ini menunjukkan bahwa Sumenep tetap eksis dan memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai budaya leluhur,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal MAKN, RBMS Hadi Pradipta Nataningrat, saat ditemui, Kamis (30/10) siang.

Selain Hadi, sejumlah nama besar turut mengisi struktur nasional MAKN, di antaranya Sekretaris Jenderal MAKN Dra. Hj. R. Ayu Yani Wage Sulistyowati S. Kuswodidjoyo, Dewan Pakar MAKN R. Harisandi Savari Pratalikrama, S.Pt, ST, Dewan Pakar RB. Deny F. Suryoningprang, SP, Dewan Pakar Helmi, S.PdI, Koordinator Wilayah Jawa Timur RP. Agoes Irianto, SH, serta Tim Revitalisasi Keraton MAKN Soni Harsono, ST, MT.