Badan Anggaran DPRD turut menyoroti pentingnya inovasi dalam menggali potensi ekonomi lokal, khususnya dari sektor pariwisata dan event berskala nasional maupun internasional.

“Kegiatan daerah harus mampu memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekaligus menambah penerimaan daerah,” kata Ketua Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Zainal Arifin.

Hasil pembahasan menetapkan defisit APBD 2026 sebesar Rp184,2 miliar, yang ditutup dengan surplus pembiayaan netto senilai sama melalui penerimaan pembiayaan Rp187,44 miliar dan pengeluaran Rp3,22 miliar.

DPRD menegaskan akan melakukan pengawasan ketat agar seluruh program sumenep" class="inline-tag-link">Pemkab Sumenep berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi warga.***