“Karena targetnya anak-anak sekolah dasar, pola yang dipakai lebih menekankan pembiasaan positif yang dibarengi dengan penguatan akhlak. Harapan kami, anak-anak mengerti bahwa uang bukan hanya urusan materi, melainkan titipan yang harus diperoleh dan digunakan secara bertanggung jawab,” terangnya.
Ardiansyah juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga pada peran orang tua yang aktif membimbing anak di rumah.
“Guru memang menjadi motor pengajaran, tapi keterlibatan orang tua juga sangat penting agar anak terbiasa mengatur uang sejak dini,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, pengalaman dari pelaksanaan tahun 2024 menjadi pijakan dalam memperluas program di tahun ini. Meski sekolah dan jumlah siswa yang dituju berbeda, prinsip literasi keuangan yang diajarkan tetap sama.