“Pembangunan jalan ini akan menghubungkan seluruh gedung dari yang pertama hingga keempat, agar mobilitas antar-tenant lebih efisien,” katanya.

Agus juga memaparkan bahwa pihaknya akan melakukan pembagian ruang di dalam gedung atau disebut penyekatan, menyesuaikan dengan jumlah tenant yang aktif saat ini. Untuk kegiatan ini, dialokasikan dana sebesar Rp 130 juta.

"Misalnya, gedung A dan B masing-masing akan dibagi menjadi empat unit, sedangkan gedung C dan D masing-masing menjadi dua unit. Total akan ada 12 ruang usaha yang tersedia," ungkapnya.

Selain infrastruktur fisik, Sumenep" class="inline-tag-link">DKUPP Sumenep juga mengalokasikan dana untuk mendukung operasional produksi. Salah satunya melalui pengadaan 11 set lengkap peralatan pelinting rokok berupa mesin Sigaret Kretek Tangan (SKT), dengan anggaran mencapai Rp 869 juta.