“Kendaraan itu sebenarnya bisa saja diperbaiki. Tapi kalau biaya perbaikannya terlalu tinggi, kami akan pertimbangkan untuk beli yang baru,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk kendaraan angkut, melainkan juga mencakup operasional kontainer dan boks sampah.

Selain itu, dana juga digunakan untuk pemeliharaan dua unit mobil sky lift untuk pemangkasan pohon, dua truk, serta dua kendaraan tangki air roda tiga.

“Pengeluaran untuk bahan bakar juga besar, karena kendaraan pengangkut sampah harus menjangkau wilayah kecamatan yang cukup jauh dari TPA,” pungkasnya.***