“Artinya, pertanian dijalankan secara terintegrasi, dari peternakan, perikanan, hingga pertanian itu sendiri. Bahkan limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan untuk sektor lainnya. Tidak ada yang terbuang,” jelas Fariz penuh antusias.
Sementara itu, Akhmad Suhalis, Direktur BUMDes Sataretan Desa Soddara, menyatakan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga yang bisa segera diimplementasikan di tingkat desa.
“Banyak yang sudah kami dapatkan dari studi banding ini, mulai dari strategi pengelolaan keuangan serta pertanian terpadu di beberapa tempat,” kata Suhalis.
Menurutnya, yang paling menarik dan aplikatif dalam konteks ketahanan pangan adalah konsep pertanian terpadu, terutama karena mampu mengelola limbah menjadi sumber daya baru.