"Angka PAD bukan semata statistik keberhasilan. Di balik itu, ada indikator penting yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat. Ketika para pelaku UMKM, pemilik warung, hingga restoran secara konsisten membayar pajak, itu karena mereka yakin bahwa dana yang mereka setorkan dikelola dengan transparan dan bertanggung jawab," tegasnya memaparkan.

Sugiharto menambahkan, bahwa pencapaian PAD di semester pertama bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari transformasi.

Ia percaya bahwa perubahan fiskal di daerah bisa terjadi, asalkan dibangun dari akar rumput, berbasis data, dan diperkuat oleh kepercayaan publik.

"Angka 55,62 persen itu bukan garis finis. Itu tanda bahwa perubahan bisa dimulai dari bawah, dengan panduan data dan keyakinan masyarakat sebagai landasan," jelasnya lebih lanjut.

Sumenep" class="inline-tag-link">Bapenda Sumenep, katanya, tak ingin terlena dengan capaian sementara ini. Ia menyadari bahwa memasuki paruh kedua tahun fiskal, tantangannya akan lebih berat, sebab beberapa sektor cenderung stagnan menjelang tutup tahun.