“Kalau memang tidak ada yang ditutupi, kenapa harus takut membuka informasi ke publik? Justru sikap itu menimbulkan kecurigaan,” tambahnya.

Salah satu indikator yang memunculkan dugaan penyimpangan anggaran, lanjut Dafid, dapat dilihat dari kondisi jalan-jalan penghubung antar dusun yang rusak parah.

Meski perbaikan infrastruktur jalan selalu tercantum dalam program tahunan desa, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

“Beberapa jalan desa masih berlubang dan becek saat hujan. Anehnya, kami tidak melihat ada aktivitas pembangunan atau perbaikan sama sekali,” paparnya.

Dafid juga mendesak Inspektorat Kabupaten Sumenep dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) agar segera turun tangan melakukan audit terhadap pengelolaan Dana Desa di Lebeng Timur.