“Di tengah derasnya arus teknologi informasi, kita tidak bisa lagi melangkah pelan. Pendidikan harus responsif, inovatif, dan mampu mengantisipasi perubahan. Koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tools, tetapi sudah menjadi pusat dari paradigma baru pendidikan,” ungkap Fairuzi saat menyampaikan sambutan tertulis Kadisdik Agus, Sabtu (14/6).

Ia juga menjelaskan, bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, yang menempatkan literasi digital sebagai salah satu fondasi utama dalam agenda transformasi pendidikan.

Koding dan AI, lanjutnya, kini bukan lagi sesuatu yang futuristik, melainkan kebutuhan mutlak demi mempersiapkan siswa menghadapi tatanan global yang berbasis teknologi tinggi.

Menariknya, program ini tidak hanya difokuskan pada sekolah-sekolah yang menjadi target program pusat.