Ia juga menekankan, bahwa koperasi-koperasi tersebut adalah entitas baru yang dibentuk dari nol, bukan sekadar penyegaran atau lanjutan dari koperasi yang sudah ada sebelumnya.

Semangat baru ini, kata Ramli, diusung untuk menciptakan ekosistem ekonomi kolektif yang terbuka bagi semua warga.

“Desa-desa secara sadar memilih mendirikan koperasi baru agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Bahkan, beberapa pengurus koperasi lama turut terlibat kembali dalam koperasi yang baru dibentuk. Koperasi Merah Putih ini milik seluruh masyarakat desa,” tandasnya.***