Menurut Chainur, penggunaan drone dan aplikasi pintar ini bukan hanya sebatas uji coba, tetapi sudah masuk dalam skema jangka panjang modernisasi pertanian di Kabupaten Sumenep.
“Kami tidak ingin petani hanya sekadar melangkah, tapi benar-benar melompat ke masa depan. Dengan teknologi, kita bisa memangkas waktu, mengurangi tenaga kerja, serta menekan biaya operasional,” tegasnya.
Sumenep" class="inline-tag-link">DKPP Sumenep juga menekankan bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti pada penyediaan alat semata.
Pihaknya akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petani, agar mereka dapat menguasai dan terbiasa menggunakan teknologi ini dalam praktik sehari-hari di lapangan.
Langkah ini sejalan dengan target nasional Kementerian Pertanian yang tengah menggalakkan digitalisasi sistem pertanian di seluruh Indonesia.