"SK tersebut telah kami terima secara resmi. Dosen yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi bagian dari civitas akademika STKIP," ujar Asmoni, menegaskan komitmen lembaga terhadap nilai-nilai etis.
Sementara itu, apresiasi datang dari kalangan mahasiswa. Ketua BEM Sumenep" class="inline-tag-link">STKIP PGRI Sumenep, Moh. Nurul Hidayatullah, menyambut baik keputusan kampus yang dianggap sebagai bentuk keberanian menegakkan etika.
"Ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang coba bermain-main dengan moral di lingkungan kampus. Kami, mahasiswa, akan terus menjadi pengawas. Setiap bentuk penyimpangan harus dilawan," tegas Hidayatullah.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan tinggi. Kepercayaan publik adalah hal yang mahal, dan Sumenep" class="inline-tag-link">STKIP PGRI Sumenep menunjukkan bahwa mereka tidak main-main menjaga marwahnya.***