Sebanyak 13 desa yang menerima manfaat proyek ini tersebar di berbagai wilayah, dengan 9 desa berada di daratan dan 4 desa lainnya di kawasan kepulauan.

Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam mengatasi ketimpangan distribusi infrastruktur, termasuk di daerah terpencil.

Setiap desa akan memperoleh dana sebesar Rp 475 juta, yang akan digunakan untuk membangun sistem pengeboran dan distribusi air bersih.

"Kami ingin memastikan proyek ini bisa segera digunakan oleh masyarakat. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, harapannya ketersediaan air yang lebih baik juga bisa membantu menekan angka stunting," tambah Eri.

Keberadaan fasilitas air bersih ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan warga desa, terutama dalam hal kebersihan dan kesehatan.