Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, pihaknya masih bisa melaksanakan sepuluh kali operasi dengan anggaran Rp100 juta.
"Kalau sampai anggaran Rp60 juta ini dipangkas lagi, kami benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal, operasi adalah inti dari tugas Satpol PP," ujarnya dengan nada prihatin.
Ia juga menegaskan, bahwa anggaran razia tidak hanya digunakan untuk keperluan Satpol PP sendiri, melainkan juga untuk berbagai instansi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Kami tidak bekerja sendirian. Ada instansi lain yang ikut serta. Masa mereka tidak mendapatkan biaya perjalanan dinas? Dalam operasi, ada pihak kepolisian, TNI, bahkan CPM. Kami juga harus mengalokasikan anggaran untuk mereka," paparnya.