"Pendidikan karakter yang utama justru dimulai dari rumah. Orang tua harus memiliki kedekatan emosional dengan anak, sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi cerita dan terbuka mengenai pengalaman di sekolah," katanya.
Untuk membangun sinergi yang lebih baik antara sekolah dan orang tua, Agus mengajak sekolah-sekolah di Sumenep untuk meningkatkan komunikasi dengan keluarga siswa.
Beberapa sekolah bahkan telah menerapkan sistem penghubung khusus, seperti kepengurusan kelas, yang berperan sebagai jembatan antara guru dan wali murid.
"Istri saya sendiri pernah menjadi pengurus kelas. Ini adalah salah satu cara agar orang tua dapat lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka," ungkapnya.