"Fakta di lapangan sangat kami butuhkan sebagai rujukan dalam menentukan program pembangunan ke depan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sumenep" class="inline-tag-link">Bappeda Sumenep, Arif Firmanto mengatakan, bahwa tujuan utama forum ini adalah menyerap aspirasi masyarakat serta pemangku kepentingan guna menentukan prioritas pembangunan.
"RKPD 2026 harus mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat. Kami ingin pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan," tuturnya.
Forum ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan perwakilan masyarakat, yang turut berperan dalam merumuskan strategi pembangunan daerah.
"Kami harap masukan dari forum ini bisa menjadi dasar kebijakan yang lebih inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat," tambah Arif.