“Kami mendorong sinergi berbagai pihak untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan daerah dan tepat sasaran,” tambahnya.
Sosialisasi ini digelar dengan melibatkan Tim dari Universitas Brawijaya Malang yang sebelumnya terlibat dalam proses penyusunan RPKD.
Arif menjelaskan, bahwa tahapan desk dilakukan bersama seluruh perangkat daerah terkait untuk memastikan bahwa data kemiskinan yang digunakan valid dan terarah.
“Verifikasi serta sinkronisasi data menjadi kunci utama dalam menentukan prioritas intervensi. Fokusnya pada peningkatan produktivitas ekonomi, kualitas hidup yang layak, jaminan sosial, serta penyediaan skenario ketenagakerjaan,” jelas Arif.