Lomba tersebut berlangsung selama tiga jam, dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dan peserta diwajibkan menyelesaikan karya mereka tanpa meniru referensi dari internet.

Menurut panitia, aturan ini dibuat untuk mendorong kreativitas dan orisinalitas dari setiap peserta.

Ochez menegaskan, kepada wartawan dimadura bahwa setelah lomba, peserta akan menerima pelatihan mengenai teknik menciptakan sketsa.

"Kami ingin agar ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sebuah kesempatan untuk memberikan pelatihan. Tujuan kami adalah memberikan dampak positif dan edukatif kepada masyarakat, terutama kepada para guru TK dan PAUD, agar seni semakin dekat dengan dunia pendidikan," ujar Ochez.

Para pemenang lomba sketsa akan diumumkan pada malam puncak "Malaka Event 2025: Pameran Sketsa dan Puisi Se-Madura", yang akan diadakan pada malam Rabu, 29 Januari mendatang.