"Penggunaan garis lurus bisa membatasi ekspresi kreatif. Kami ingin melihat sejauh mana peserta, terutama para ibu-ibu ini, dapat menuangkan ide mereka tanpa bantuan alat," jelas Ochez.
Salah satu peserta, Dina Setyawati, yang merupakan guru TK di Al-Quran Nur Fadlilah, Kolor, Sumenep, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti lomba ini.
"Senang sekali, ini kali kedua saya mengikuti lomba sketsa. Saya semangat untuk mencoba berbagai teknik baru," tuturnya.
Dina juga menyampaikan, bahwa ketertarikannya mengikuti lomba ini didorong oleh janji panitia untuk memberikan pelatihan menggambar dan melukis setelah acara sebagai bentuk edukasi berkelanjutan.