SUMENEP, MaduraPost - Maraknya keberadaan tambak udang di sekitar pesisir pantai Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memunculkan kekhawatiran akan kelestarian hutan mangrove di wilayah tersebut.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Sumenep, Endang Handayani, mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai dampak buruk limbah tambak terhadap ekosistem mangrove.

"Kalau kami melakukan rehabilitasi mangrove, tetapi di lokasi yang sama ada tambak udang, kerusakan tetap terjadi. Limbah tambak udang yang dibuang ke laut menjadi salah satu penyebab utama kerusakan ini," ujar Endang kepada awak media belum lama ini, Rabu (15/1).

Endang menjelaskan, bahwa rusaknya hutan mangrove berpotensi menyebabkan abrasi yang dapat mengancam keberadaan rumah-rumah warga pesisir.

Selain itu, abrasi juga dapat merugikan pelaku tambak udang karena risiko lahan tambak ikut tergerus oleh kenaikan permukaan air laut yang semakin meningkat setiap tahunnya.