"Ketika mangrove tidak ada, tambak udang juga akan terkena dampaknya. Abrasi menggerus bibir pantai, dan tanpa perlindungan mangrove, tambak itu sendiri bisa rusak. Ini menjadi salah satu alasan mengapa penanaman mangrove sering gagal," jelasnya.

Endang mengimbau, masyarakat Sumenep agar menjaga keberadaan hutan mangrove demi kelestarian ekosistem di wilayah pesisir.

Menurutnya, pengalihan fungsi lahan mangrove menjadi tambak udang atau pembukaan tambak di area dekat mangrove seharusnya dibatasi semaksimal mungkin.

"Masyarakat harus paham bahwa merusak mangrove hanya akan membawa kerugian, terutama bagi diri mereka sendiri. Kita harus mengurangi konversi lahan mangrove menjadi tambak atau aktivitas lainnya yang dapat merusaknya," tegas Endang.