"Alasannya adalah biaya untuk mendapatkan KIP yang dibebankan kepada mahasiswa oleh sejumlah oknum seperti senior, ketua organisasi mahasiswa, hingga dosen," kata seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya pada wartawan, Kamis (9/1).

Menurutnya, beberapa pihak yang terlibat menawarkan jasa agar mahasiswa mendapatkan KIP dengan jaminan 100% diterima. Namun, dana pencairan pertama tidak diberikan kepada mahasiswa.

"Dana tersebut langsung dibagikan ke atas, entah kepada siapa. Tidak ada kejelasan mengenai arahnya," tutur mahasiswa ini.

Diketahui, sistem pencairan KIP di UNIBA dibagi menjadi dua skema. Skema pertama mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup, dengan total Rp4.800.000 per tahun.