"Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir sekitar Rp 40 juta. Beberapa barang yang musnah antara lain 13 unit kusen aluminium yang biasa diperdagangkan, 3 lemari, kasur dan springbed, serta sebuah televisi lengkap dengan perangkatnya," ujar Didit pada Minggu (1/12/2024) malam.

Kepada media, ia menggambarkan betapa cepatnya api melahap rumah neneknya itu.

"Kami sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan yang sangat terbatas, tetapi api begitu besar. Seharusnya ada petugas pemadam kebakaran di sini, apalagi kawasan seperti Sapeken yang rentan bencana," jelas Didit.

Insiden ini semakin menyoroti minimnya fasilitas pemadam kebakaran di wilayah tersebut, yang hingga kini tidak memiliki pos pemadam resmi. Warga merasa sangat khawatir jika peristiwa serupa kembali terulang.