"Saya sangat kecewa dengan Bank Mandiri. Data pribadi saya bocor, tapi justru saya yang disalahkan. Ini bukan cuma soal uang, tapi soal keamanan data. Saya trauma untuk kembali menjadi nasabah di sana," ujarnya dengan nada kecewa.
Rifki tidak berhenti memperjuangkan keadilannya. Saat menyampaikan pengaduan kepada salah satu staf Bank Mandiri Sumenep, Rifki mendapatkan informasi bahwa dirinya bukan satu-satunya korban.
"Badha keya, badha keya se ecapo' Rp 2,5 juta, anona na'-kana' teller keya, pas nasabah se eyano keya, (Ada juga yang kena Rp 2,5 juta. Yang melakukan anak teller juga, nasabah di situ juga sama)," ujar Rifki menirukan pernyataan staf bank. Ia juga mengaku memiliki rekaman percakapan sebagai bukti.
Sampai berita ini diturunkan, Kepala Cabang Bank Mandiri Sumenep, Opon Soepandi, belum memberikan tanggapan apapun terkait kasus ini, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan oleh jurnalis media ini sejak beberapa hari lalu.
Kasus ini mengundang kekhawatiran yang mendalam terkait perlindungan data nasabah di Bank Mandiri serta bagaimana bank tersebut menjaga keamanan informasi pribadi di era digital saat ini.***