Beberapa hari kemudian, Rifki terkejut saat mengetahui bahwa sisa limit kartu kreditnya hanya Rp240 ribu.
Setelah memeriksa aplikasi Livin by Mandiri, ia mendapati bahwa saldo tersebut digunakan untuk pembelian ponsel di Jakarta—sesuatu yang tidak pernah ia lakukan.
"Saya tidak pernah beli handphone di Jakarta, padahal ponsel saya sudah dilindungi dengan sistem keamanan berlapis," ungkapnya.
Merasa menjadi korban penipuan, Rifki segera melaporkan masalah ini kepada pihak Bank Mandiri. Namun, tanggapan yang ia terima sangat mengecewakan.
"Mereka justru menyalahkan saya, mengatakan bahwa kode OTP masuk ke ponsel saya, jadi tanggung jawabnya tetap di saya. Padahal saya tidak pernah melakukan pembelian ponsel di Jakarta," tegasnya.