Wathan menilai, pendidikan Pancasila tidak boleh hanya sekadar materi formal, tetapi harus benar-benar dihayati dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia juga berharap, bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi momen refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga:Target PAD Pariwisata Sumenep Capai 70 Persen Pada Agustus 2024, Disbudporapar Sebut Naik Signifikan
"Ini bukan hanya soal memperingati, tetapi juga soal bagaimana kita dapat menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu, Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan di masa depan," tutupnya.***