Krisis kepercayaan investor ini juga diperburuk oleh konflik antara BTN" class="inline-tag-link">Bank BTN dan beberapa media, terkait pemberitaan skandal tersebut.

BTN" class="inline-tag-link">Bank BTN, melalui email resmi dari mediarelationsbbtn@gmail.com, menyatakan ketidakpuasan terhadap pemberitaan yang dinilai tendensius dan merugikan pihak bank.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ramon Armando, Corporate Secretary BTN" class="inline-tag-link">Bank BTN, mereka meminta MaduraPost untuk menurunkan berita terkait, dengan ancaman akan menempuh jalur hukum jika permintaan tersebut diabaikan.

Surat tersebut bahkan ditembuskan kepada Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, dan Ketua PWI Sumenep, Syamsul Arifin.