Dapat dibilang, hal ini tidak sejalan dengan semangat yang digaungkan oleh Bupati Fauzi. Di mana, Tagline 'Bismillah Melayani' seharusnya mencerminkan keterbukaan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat, termasuk kepada insan pers yang merupakan bagian penting dari demokrasi dan keterbukaan informasi.

Sikap 'alergi' terhadap wartawan ini dinilai kontraproduktif dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun citra pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kepala Satpol PP Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi.

Sebelumnya, Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep Fauzi, pernah mewarning Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak memperlambat kerja jurnalistik.

Sebab, banyak keluhan dari awak media tentang sejumlah Kepala OPD yang sulit untuk memberikan keterangan saat melakukan konfirmasi.