“Ini juga akan menjadi bagian dari pengembangan green ekonomi atau ruang hijau di Kabupaten Sumenep, sebab hasil dari pengolahan sampah ini nanti juga akan di ekspor keluarga negeri disamping untuk pemanfaatan di negara kita sendiri” kata Bupati Fauzi menegaskan.
Saat ini, kebutuhan pemanfaatan sampah oleh investor dari Jepang itu sendiri diperkirakan mencapai 100 ton per bulannya.
Sebab itu, dirinya akan mengajak seluruh kabupaten lain di Madura untuk ikut andil dalam persoalan ini, sebab persoalan sampah merupakan persoalan di pulau madura, tidak hanya di Sumenep saja.***