Akumulasi uang yang diterima sekolah nantinya tergantung dari banyaknya sampah yang disetorkan kepada Sumenep" class="inline-tag-link">DLH Sumenep.

"Jadi pendapatannya tiap sekolah itu tidak sama nantinya. Jadi, uang tersebut nanti akan dikelola oleh pihak sekolah," ujar Arif.

Sebab itu, ia menilai bahwa sampah tersebut menjadi sedekah bagi para siswa sekaligus menjadi beasiswa bagi mereka.

Pihaknya menjelaskan, adanya program itu menjadi embrio terbentuknya bank sampah di sekolah. Di mana, program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2022 lalu.

Di samping itu, Sumenep" class="inline-tag-link">DLH Sumenep juga getol mengkampanyekan soal kebersihan lingkungan.